Kamis, 20 Juni 2013

KENAPA SAYA MEMANFA’ATKAN “KEFIR/KEFIR BENING“



Kalau ingat kejadian ini sedikit agak lucu kenapa tidak menjadi lucu? begini ceritanya :
Pada suatu hari, istri saya mendapat kiriman paket dari adiknya di Batam, isinya ada beberapa makanan cemilan anak-anak serta yang lainnya lagi yaitu bibit “ kefir “ yang dikemas pada tempat seperti makanan agar-agar untuk anak-anak dan di lengkapi dengan fotocopy mengenai “ kefir “ yang sudah agak kurang terbaca.
Dengan susah payah saya dan istri mempelajari fotocopy mengenai “ kefir “ yang sudah kurang terbaca itu, tetapi karena kekurangan informasi dan kawan sharing dalam hal       “ kefir “, untuk sementara bibit “ kefir “ saya simpan dalam kulkas dan tidak di apa-apakan alias tidak diolah atau dibiarkan saja.  
Pada tanggal 23 Mei 2013, tepatnya pada hari Kamis pagi, kami sekeluarga mendapat berita duka dari Adik saya (dari Tasikmalaya), yang mengabarkan bahwa yang tercinta Bapak Mertua meninggal dunia pada sekitar jam 07 an pagi WIB di Ciawi-Tasikmalaya, tentunya gegerlah saya dan keluarga, dan yang paling terpukul adalah istri saya, dengan segala kekuatan saya dan istri mencoba menghubungi kakak dan adik-adiknya (termasuk adiknya yang di Batam).
Singkat kata pada tanggal 23 Mei 2013 (ba’da Ashar), saya dan keluarga besar dari almarhum Bapak Mertua serta handai taulan berkumpul untuk melaksanakan pemakaman yang tercinta Bapak Mertua, di tempat pemakaman keluarga.
Selesai ngurusi pemakaman, dilanjutkan dengan tahlilan dan seterusnya tanpa terasa hari sudah larut malam dengan badan yang terasa pegal dan nyut-nyutan nyeri dipersedian,  tinggalah kami  berdua yang belum bisa tidur (saya dan suami adik ipar (dari Batam),  karena tempat untuk tidur sudah penuh sesak oleh anak, mantu, serta cucu almarhum Bapak Mertua  yang sudah kelelahan.
Untuk mengisi kekosongan waktu sambil menunggu datangnya sang kantuk dan sang pagi hari, suami adik ipar (dari Batam) berceritalah mengenai kondisi kesehatannya sebelum minum “kefir/kefir prima” dan setelah minum “kefir/kefir prima”, begini lhoooo informasinya :
a.    Sebelum minum “ kefir prima “
1.    Kadar gula darah sangat tinggi di atas 400 san mg/dl.
2.    Kadar koleterol sangat tinggi yaitu diatas 350 mg/dl.
3.    Badan kurus.
4.    Susah tidur.
5.    Kurang nafsu makan.
6.    Jalan terseok-seok, karena terasa sakit dipersendian lutut.
b.    Setelah minum “ kefir prima “ (kurang lebih hampir 2 bulanan).
1.    Kadar gula, subhanallah menjadi normal.
2.    Kadar kolesterol, Alhamdulillah menjadi normal.
3.    Badan menjadi lebih segar dan timbangan bertambah sekitar 5 kg.
4.    Tidur pulas, dan kalau bangun tidur tidak terasa pusing.
5.    Nafsu makan normal, dan ada kecenderungan cepat lapar.
6.    Bisa lari pagi seperti pada waktu masih muda.
Mendengar cerita seperti itu, saya menjadi tertarik dan teringat akan kiriman paket “kefir” yang tidak diapa-apakan. Lucukan kan…. yang tadinya tidak tertarik menjadi tertarik dan saya bersyukur kepada  Tuhan Yang Maha Kuasa telah memberikan jalan kepada saya dalam hal per “kefir” an, ternyata suami adik ipar (dari Batam) membawa bibit “kefir” untuk ibunya yang kebetulan sudah sakit-sakitan.
Pada keesokan harinya saya mencari susu sapi murni, dan kebetulan kalau di Tasikmalaya mudah diperoleh, segeralah saya mempraktekan membuat susu kefir aliar “kefir prima” yang akhir-akahir ini biasa dikonsumsi suami adik ipar (dari Batam), sehingga menjadi segar bugar seperti sedia biasanya.

Pada hari kedua setelah praktek membuat “kefir prima” , saya bisa mencobanya dan ketika waktu pulang ke Jakarta, saya membawa “kefir prima” dan “bibit “kefir” lagi karena kuatir bibit kefir yang disimpan di kulkas (di Jakarta) mati.
Sejak saya meminum “kefir prima”, yaitu pada tanggal 25 Mei 2013 dan sampai saat membuat tulisan ini, saya tidak terputus meminum “kefir prima” dengan cara minum 3 kali sehari, alhamdilillah dan subhanallah, badan saya :
a.    Sebelum minum “kefir prima”
1.    Hampir 5 (lima tahun) persendian tangan kiri dan kanan terasa sakit, kalau digerakkan, apalagi kalau menahan beban berat.
2.    Hampir 5 (lima tahun) persendian kaki kiri dan kanan terasa sakit, kalau digerakkan, apalagi kalau pada waktu jalan kaki. Yang menjadi keluhan utama adalah merasa kurang bahkan tidak nyaman pada waktu melaksanakan ibadah shalat, ketika duduk diantara dua sujud (Allahuakbar, betapa sakitnya lutut saya).
3.    Pada kaki kiri dan kanan terasa pegal yang amat sangat.
4.    Ada gejala buang air kecil macet-macet alias gejala prostat.
5.    Untuk menanggulangi penyakit saya seperti di atas, biasa minum obat dari dokter yaitu obat penahan sakit “Axorcia” dan ada lagi obat racikan untuk vitamin persedian. Obat-obat ini saya minum setiap hari.
b.    Setelah minum “kefir prima”
Alhamdulillah dan Subhanallah saya merasa lebih baik, terutama rasa pegal yang amat sangat (kalau lagi kumat) sudah mengahilang, gejala prostat significan akan hilang, rasa nyeri di persendian kaki dan tangan kiri/kanan mulai berkurang, sehingga dapat melaksanakan ibadah shalat agak lumayan nyaman dan bisa lebih khusuk lagi, karena tidak terganggu nyeri.
Satu lagi yang membuat sugestivitas saya terhadap “kefir/kefir prima” menjadi lebih tinggi, yaitu saya “ tidak meminum lagi obat-obat dari dokter “.

Demikian singkat cerita,  Kenapa Saya Memenfa’atkan Kefir”.
Insya Allah dengan perkenan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya akan berikan inforrmasi saya yang berkaitan antara “kefir prima” dengan “penyakit saya”, mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca Blog “kefirbekasi.blogspot.com” dan ………….

Anda warga Bekasi dan sekitarnya, jika tertarik dan berminat mengetahui mengenai      “Kefir/Kefir Prima“

Informasi Lengkap, bisa menghubungi
Agus Hermawan Apandi (Abah)
d/a Komplek Perumahan Graha Indah Jl. Tinombala Blok C6/2 RT 04/RW 13
Kel. Jatimekar, Kec. Jati Asih Kota Bekasi

Atau
Bisa menghubungi 081383900546 atau kirim e-mail ke
agushermawanapandi@gmail.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar