Kamis, 15 Agustus 2013

DISINI KEFIR DISANA KEFIR

Seperti biasanya umat Islam dalam 1 tahun sekali,  merayakan Hari Raya Idhul Fitri atau disebut juga Hari Kemenangan setelah melaksanakan Puasa Ramadhan selama 1 (satu) bulan penuh lamanya,  serta ibadah-ibadah lainnya untuk meningkatkan ketaqwaan dari masing-masing umat Islam itu sendiri.  Ibadah puasa Ramadhan termasuk dalam Rukun Islam yang ke 3 (tiga) yaitu melaksanakan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan. 

Dalam pelaksanaan Hari Raya Idhul Fitri tanggal 1 Syawal 1434 Hijrah, atau tanggal 8 Agustus 2013, sudah menjadi tradisi dan sudah dihilangkan bagi orang Indonesia melakukan " Mudik Lebaran " yaitu melakukan perjalanan pulang ke kampungnya masing-masing, dalam rangka merayakan Hari Raya Idhul Fitri bersama orang tua, sanak saudara serta handai taulan, tidak ketinggalan saya (Agus Hermawan Apandi sekeluarga) pengguna kefir bening dari daerah Bekasi, ikut larut dalam suasana mudik lebaran tersebut, tentunya dengan segala suka dan dukanya dalam perjalanan bersama keluarga.

Ada suatu hal yang menarik dalam perjalanan " Mudik Lebaran " pada tahun  2013, yaitu " kefir/kefir bening ".  Saya mulai menggunakan/mengkonsumsi kefir sejak tanggal 25 Mei 2013, jadi sampai dengan saat hari raya idhul fitri tahun 2013, baru kurang lebih 3 (tiga) bulan mengkonsumsi kefir, namun demikian dari kebiasaan bawa kendaraan di sopiri oleh anak-anak saya secara bergantian, karena pada waktu mudik tersebut kendaraannya ada sedikit permasalahan pada " pengeremannya", maka dengan rasa kekhawatiran dan rasa tanggungjawab terhadap keluarga, saya sopiri sendiri mulai dari Jakarta samai ke Tasikmalaya dengan waktu tempuh hampir 10 (sepuluh) jam.  Saya sendiri merasa kaget terhadap kemampuan fisik saya pada waktu itu bisa menyopiri kendaraan selama hampir 10 (sepuluh) jam. Selidik punya selidik dan dicoba dianalisis, kenapa bisa nyopir selama itu, rupanya karena " kefir " yang banyak mengandung bakteri yang bermanfaat untuk tubuh manusia lah, yang menyebabkan kondisi tubuh saya bisa bertahan nyopir selama hampir 10 (sepuluh) jam, disamping karena rasa kekhawatiran dan rasa tanggungjawab terhadap keluarga. 
                            
Dalam penggunaan kefir bening yang hampir 3 (tiga) bulan ini, saya mencoba variasi-variasi cara minum kefir dan variasi cara pembuatan kefir.

a.    Variasi Minum Kefir.
      1)    Minum 1 x 150 cc per hari (pagi)
      2)    Minum 2 x 150 cc per hari (siang)
      3)    Minum 3 x 150 cc per hari (malam)
      4)    Minum 1 x 150 cc per hari + obat dari dokter (2 kali per hari)
      5)    Minum 2 x 150 cc per hari + obat dari dokter (1 kali per hari) 
b.    
  Variasi Cara Pembuatan Kefir
      1)    Susu sapi murni + kefir grains
      2)    Susu Diamond Chomory tanpa/bebas lemak + kefir grains
    3)    Kombinasi cara mencampurkan kefir bening hasil variasi cara pembutan kefir butir  b.1) dan b.2) dengan perbanding 1:1.

Dari variasi minum kefir dan variasi cara pembuatan kefir, yang lebih cocok dengan penyakit saya, yaitu kadar gula dan kadar kolesterol lebih tinggi dari normalnya atau dengan keluhan nyeri pada sendi-sendi lutut kaki kiri dan kanan dan sendi-sendi bahu kiri dan kanan, yaitu dengan variasi minum kefir 2 x 150 cc + obat dari dokter 1 kali, dan variasi cara pembuatan kefir menggunakan kombinasi susu sapi murni + kefir grains dicampurkan dengan variasi cara pembuatan kefir menggunakan susu Diamond Chimory tanpa/bebas lemak. 
Hasilnya Ruaaaaaar Biasaaaaa, saya yang biasanya jadi penumpang karena terkendala penyakit sakit dipersendian lutut dan bahu, tetapi pada waktu mudik lebaran menjadi Komandan Mudik Lebaran dalam kendaraan yang saya bawa alias menjadi sopir selama 10 jam perjalanan (Jakarta-Tasikmalaya), yang Ruaaaaaar Biasaaaaaa lagi, saya datang bersilaturahmi ketempat Kaka Ipar, Adik-adik Ipar, kesemuanya sudah minum kefir dan ada manfaatnya terhadap penyakit-penyakit yang diidapnya, hanya saja bahannya dari susu sapi murni dan kefir grains, begitu juga saya ketempat adik-adik saya, kesemuanya sudah siap dengan minuman kefir dan ada manfaatnya terhadap penyakit-penyakit yang diidapnya, sampai-sampai saya pulangnya mampir ketempat Adik-adik Ipar di Bandung, kesemuanya siap juga dengan kefirnya, hanya saja kalau Adik Ipar yang di Bandung, ada yang siap dengan kefir berbahan susu sapi murni dan kefir grains dan ada yang siap dengan kefir berbahan susu Diamond Chimory dan Kefir Grains.

Inti cerita dari pengalaman penyakit saya dengan kefir, Alhamdulillah “ Keluarga Besar baik dari Saya maupun dari Istri “ sudah menjadi kefir mainded, dan berdasarkan informasi dari mereka-mereka, bahwa dengan kefir penyakit-penyakit yang mereka derita, sedikit-sedikit berkurang dan bahkan menjadi hilang.
Simpulan cerita, bahwa “ Mudik Lebaran Tahun 2013 “ dari Jakarta membawa Kefir, sampai di Tasikmalaya ketemu kefir, mampir di Bandung ketemu kefir juga, atau dengan lain perkataan “ DISINI KEFIR DISANA KEFIR “ penyakit-penyakit yang datang, dihadang kefir pada menghilang.

Itulah sedikit cerita dan ini bukan cerita hayalan, tapi pengalaman nyata diri saya dalam rangka Mudik Lebaran Tahun 2013, dikaitkan dengan penyakit-penyakit saya dan kefir. 

Catatan :
Jika Bapak/Ibu/Saudara/Saudari mau mencoba kombinasi kefir dengan obat dari dokter, kami sarankan antara minum kefir dan minum obat dari dokter, harus ada jeda waktu antara 2 – 3 jam (rekomendasi rekan saya yang frofesinya dokter).

Ada tambahan certa kefir pada Hari Raya Idhul Fitri 1435 Hijriah/2014, dimana setiap keluarga membawa produksi kefir dan alhamdulillah kefir yang saya (Agus Hermawan Apandi) bawa, habis manis diminum oleh anak keponakan, karena warnanya bening dan rasanya asam-asam segar katanya.

Disusun oleh : Ir. Agus Hermawan Apandi (Abah)

Anda warga Bekasi atau Jawa Barat dan sekitarnya, jika tertarik dan berminat mengetahui dan memesan mengenai “Kefir/Kefir Susu Sapi

Informasi Lengkap, bisa menghubungi
Ir. Agus Hermawan Apandi (Abah)
d/a Komplek Perumahan Graha Indah Jl.Tinombala Blok C6/2 RT 04/RW 13
Kel. Jatimekar, Kec. Jati Asih, Kota Bekasi
Atau
Bisa menghubungi 081383900546, PIN BB 74627586 atau 
kirim e-mail ke
                                                    agus.hermapandi@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar