Kamis, 03 Oktober 2013

MENGURANGI KANGDUNGAN LAKTOSA DALAM KEFIR

Beberapa orang menemukan bahwa mereka tidak toleran terhadap laktosa dan perlu untuk menjaga konsumsi laktosa mereka untuk meminimalisir atau menghindari itu semua, atau ada juga yang hanya berusaha untuk menjaga asupan gula mereka secara keseluruhan di cek di Laboratorium.
Apapun masalahnya, mungkin kita akan bertanya-tanya, apa isi laktosa kefir, dan apa yang dimaksud laktosa.

Laktosa, adalah gula disakarida yang ditemukan dalam susu dengan kandungan antara 2 – 8 % dari volume susu, dan secara kimia dikenal sebagai C12H22O11, seperti pada rumus kimia di bawah.
Laktosa dikenal alergi pada banyak orang. Beberapa orang benar-benar tidak toleran terha dap  susu,  atau  di Indonesia dikenal dengan “ Alergi Susu “, tidak mampu mengkonsumsi gula laktosa susu atau protein casein.

Laktosa,  seperti  semua gula, adalah karbohidrat.  Siapa saja yang tertarik dalam menurun kan  kandungan  karbohidrat,  mereka karena berkaitan dengan kadar laktosa berbagai pro- duk susu dan susu fermentasi yang mengandung laktosa, seperti kefir.
Semua bibit / bahan budidaya susu (butir kefir, kombucha, scoby, dan lain-lain) mengkonsumsi gula untuk menghasilkan asam dan mikro-organisme yang menguntungkan yang ditemukan dalam makanan yang telah dibudidayakan, yang biasa kita konsumsi. 


Laktosa yang ditemukan dalam susu adalah pasokan makanan utama untuk susu fermentasi / kefir.  Dalam proses budidaya tersebut, banyak menghasilkan laktosa dalam susu dan mengubahnya menjadi asam laktat tajam, kita temukan dalam kefir atau yoghurt.   Karena laktosa yang dikonsumsi adalah dari hasil proses fermentasi, maka setiap produk susu yang dibudidayakan, lebih rendah kadar laktosanya dari kadar laktosa yang ada pada susu itu sendiri.

Ada informasi yang cukup baik untuk disimak, siapapun yang ingin menghindari laktosa dan alasan bahwa begitu banyak orang untuk meminum susu fermentasi, lebih baik dari susu itu sendiri (susu awal).

Cara menurunkan kandungan laktosa kefir.
Isi laktosa kefir, ditentukan dengan oleh adanya tiga (3) hal, yaitu ;
- Kangdungan laktosa dari bahan susu yang akan diproses
- Lamanya waktu proses fermentasi
- Tujuan pemanfaatan susu fermentasi
Dengan  memanipulasi  ketiga faktor,  kita  dapat mengontrol kadar laktosa dalam kefir yang akan dihasilkan.

Jenis Susu
Ada beberapa pilihan, ketika harus memilih jenis susu untuk membuat kefir. Ada 2 (dua) va- riable  utama yaitu  susu yang berasal dari hewan, dan kandungan lemak yang ada da- lam susu itu sendiri.
Susu  sapi diduga  banyak mengandung laktosa.  Meskipun hal ini benar, itu tidak signifikan lebih  mengandung  laktosa,  dari  pada susu dari hewan lain, seperti kambing atau domba.  Kedua  susu  tersebut,   yaitu  susu  sapi  dan  susu  kambing  mengandung  laktosa 4,7 %, sedangkan susu domba mengandung 4,6 %.

Lamanya pemrosesan/fermentasi kefir
Ketika dalam pemrosesan/ fermentasi dari bahan susu murni(susu sapi/susu kambing/ susu domba), dimana kadar laktosa susu dan mengubahnya menjadi bermacam-macam micro-organisme seperti probiotik dan asam.   Semakin lama pemrosesan/ fermentsasi,semakin laktosa meng- konsumsi gula, dan akan lebih asam dikarenakan kadar keasamannya yang dihasilkan lebih tinggi.  Jadi salah satu indikator yang baik, seberapa banyak laktosa dalam bibit kefir, adalah jumlah asam dalam produk akhir.  Lebih asam hadir dalam kefir menyamai ke Tangeir Kefir.
Untuk  mendapatkan susu  fermentasi/kefir  rendah laktosa,  sebaiknya  waktu kultur/proses fermentasi dari 24  sampai  dengan 48 Jam  dengan suhu kamar dari 65  sampai dengan 80 derajat Fanreheit (dianjurkan).

Jatuh tempo kefir
Setelah susu murni (sapi/kambing/domba) difermentasikan dengan bibit kefir/kefir grains selama minimal 24 jam,  seperti yang direkomendasikan di atas, maka kita dapat mengambil satu langkah terakhir untuk memastikan bahwa kadar laktosa dalam susu fermentasi/kefir adalah serendah mungkin.  Langkah ini disebut “Jatuh Tempo” atau “pematangan”.

Apabila  kita  sensitive terhadap laktosa alias “alergi susu” tentunya hal ini akan berhubung an  langsung  dengan  kesehatan kita,  maka kita harus hati-hati, karena kita yang menentu- kan  apakah  keadaan  kefir  kita   itu  rendah laktosa, sehingga kefir kita dapat dikonsumsi secara baik, aman dan bermanfaat bagi kesehatan.
Banyak  orang yang berjuang dengan laktosa/alergi susu, dengan cara mengkonsumsi kefir rendah  laktosa,  meskipun awalnya dengan mencoba, tapi ini diperlukan konsultasi dengan ahli kesehatan, untuk kelanjutannya, jika ini adalah masalah kesehatan.


Disunting oleh : Ir. Agus Hermawan Apandi (Abah)
Referensi       : www. culturesforhealth.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar